Demikian kira-kira perasaan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yang disampaikannya dalam pidato sambutan Rapimnas III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat.
Ketum bersapaan Ical itu mengatakan, terbukti dengan kemenangan 59 persen Partai Golkar di seluruh Pilkada, yang artinya telah melebihi target yang ditetapkan Partai Golkar pada Rapimnas I pada bulan Februari 2010.
Bahkan, lanjut Ical, berbagai survei menyatakan, apabila Pemilu dilakukan pada hari survei diambil maka Golkar akan menempati urutan pertama.
"Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate misalnya, Golkar menempati urutan pertama dengan perolehan 23 persen, disusul PDIP dengan 19,6 persen," kata pengusaha kakap itu.
Ical juga mengatakan bahwa popularitas dirinya sebagai capres juga menunjukkan perkembangan yang signifikan dan trennya selalu meningkat.
"Pada survei LSI, elektabilitas Aburizal Bakrie telah mencapai 17,5 persen. Itu hanya selisih beberapa persen lagi dari persentase dukungan ke Golkar sebesar 20,9 persen, dari lembaga survei yang sama," ujar Ical bangga.
"Ini baru langkah permulaan yang memberikan optimisme kita semua, dan dengan kerja keras kita semua, insya Allah elektabilitas tersebut akan terus meningkat," lanjut Ical.
Kalau diingat kembali, survei yang dirilis LSI beberapa waktu lalu itu sebenarnya juga mengukur elektabilitas Ical di antara tokoh-tokoh lain di internal Golkar.
Survei dilakukan 2-11 Juni, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden dan survei menggunakan metode wawancara ini menunjukkan tingkat keterpilihan Ical sebesar 20,1 persen, Sri Sultan Hamengkubuwono X 11,3 persen, Jusuf Kalla 11 persen, Akbar Tandjung 2,9 persen, Fadel Muhammad 1,3 persen dan Theo L Sambuaga 0,3 persen.
Nah, kalau dibandingkan dengan capres lain dari partai poilitik berbeda, Ical masih jauh berada di bawah Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
[ald]
BERITA TERKAIT: