Di musim lalu, beberapa pertandingan penting menuju gelar juara ketiga kalinya, Persib berhasil
comeback dan memenangkan pertandingan. Oleh karena itu, Bonjopi (
bobotoh lalajo dina tipi) menyebut Maung Bandung si
Raja Comeback.
“
Lalajo Persib mah kudu nepi ka beres”. Ungkapan itu sering terdengar dari mulut-mulut bobotoh dan netizen, Bonjopi juga selalu mengatakan itu. Karena, Persib selalu membuat kejutan di akhir pertandingan, bisa membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan.
Pertandingan perdana melawan PSM Makassar menjadi contoh, bagaimana strategi dari sang pelatih Igor Tolic dan mental juara punggawa Persib.
Di
match perdana ini, Persib menurunkan skuad terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Fitrah Maulana pemain muda dipercaya untuk menjaga mistar gawang. Di lini pertahanan Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, Danijel Loncar dan Ali Tanamal diturunkan menjaga kerapatan barisan pertahanan.
Pengatur irama pertandingan, Sang Profesor Thom Haye, Kapten Tim Marc Klok dan Berguinho dipasangkan guna membantu tiga lini serang Persib, yaitu Mariano Peralta, Beckham Putra dan Uilliam Baros.
Awal babak pertama, tempo cepat diperlihatkan oleh kedua tim. Persib kecolongan dengan gol cepat dari PSM Makassar yang dicetak oleh Kodai Tanaka di menit 6 pertandingan.
Persib terus mengejar ketertinggalan, serangan Persib mampu dihentikan oleh rapatnya barisan PSM Makassar. Bukan gol yang tercipta, Persib harus kehilangan sang kapten Marc Klok yang mengalami cedera, hingga harus ditarik mundur dari lapangan dan digantikan Adam Alis. Hingga akhir babak pertama, Persib masih ketinggalan 1 gol dari PSM.
Di babak kedua, rotasi mulai dilakukan, Persib mulai menurunkan stiker andalannya di musim ini, yaitu Balsa Sekulic. Masuk menggantikan Beckham Putra, Balsa menjadi salah satu idola baru Bonjopi karena gaya permainan yang khas, satu gocekan, tanpa berlama-lama tendangan meriam dahsyatnya selalu menembus dinding pertahanan lawan.
Setelah menunggu tiga menit babak kedua, akhirnya gol penyama kedudukan tercipta lewat sundulan Patricio Matricardi yang memanfaatkan tendangan pojok Sang Profesor Thom Haye. Memang, Bonjopi tahu bahwa Thom Haye adalah pengumpan ulung yang dimiliki Persib hari ini. Umpan-umpannya cantik dan memanjakan.
Tak berselang lama, gol kedua tercipta di menit ke-51 dari sontekan manis di luar kotak penalti yang dilesatkan oleh striker anyar Persib Balsa Sekulic. Stadion bergemuruh, begitupun Bonjopi yang bergemuruh tapi terlihat sunyi. Mungkin bergemuruh di dalam hatinya.
Bonjopi menilai, Balsa punya permainan yang khas. Tak perlu berlama-lama memegang bola. Satu atau dua pemain lawan dilewati, penyelesaian akhir selalu manis dan dahsyat. Balsa punya tendangan di luar kotak penalti yang cukup tajam dan akurat.
Kedalaman tim membuat Igor Tolic tak pusing untuk mengganti pemain dan melakukan rotasi. Thom Haye dan Mariano Peralta ditarik mundur. Gantinya Dedi Kusnandar dan Luka Menalo diturunkan.
Persib terus mendominasi, umpan dari kaki ke kaki di lini pertahanan menuju gawang lawan terus dilakukan pemain untuk mempertahankan keunggulan atau menambah gol.
Hasilnya, tendangan meriam Ulliam Baros berhasil menembus gawang PSM Makassar di menit ke-81. Persib unggul 3-1. Dua gol cantik dan satu sundulan membawa Persib kembali
comeback hingga akhir peluit pertandingan. Makannya kata Bonjopi, “Budayakan Nonton Persib Harus Sampai Selesai”!
Yudha SatriaPenulis adalah wartawan Kantor Berita RMOLJabar dan salah satu Bonjopi
BERITA TERKAIT: