BNPB Gencarkan Operasi Water Bombing di Enam Provinsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 18 September 2026, 13:26 WIB
BNPB Gencarkan Operasi Water Bombing di Enam Provinsi
Operasi Water Bombing BNPB di Kalimantan dan Sumatera (Foto: BNPB)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merencanakan operasi udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui water bombing di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan pada Jumat, 18 September 2026.

Berdasarkan laporan rencana operasi udara BNPB, pengerahan helikopter menyasar sejumlah titik kebakaran dan area rawan kebakaran. Pelaksanaan operasi tetap menyesuaikan kondisi jarak pandang atau visibility di lapangan.

Di Kalimantan Barat, operasi udara direncanakan berlangsung di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Melawi, dan Sintang. 

Sementara di Kalimantan Tengah, water bombing disiapkan di dua wilayah Kabupaten Pulang Pisau, yakni Kecamatan Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala. 

Untuk Kalimantan Selatan, operasi berfokus di sekitar Bandara Syamsudin Noor, termasuk sejumlah titik fire spot di ring 1 bandara.

Operasi udara juga direncanakan di Riau, dengan sasaran di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar. Empat helikopter disiapkan untuk menyusuri sejumlah rute, antara lain Rengat Selatan-Batang Cenaku, Rengat Selatan-Kuala Cenaku, serta Rengat Selatan-Sungai Serai, Kampar Kiri.

Di Sumatera Selatan, sedikitnya lima titik masuk dalam rencana water bombing, yakni Pangkalan Lampam, Sungai Menang, dan Tulung Selapan di Ogan Komering Ilir; Rantau Bayur di Banyuasin; serta Gelumbang di Muara Enim. 

Adapun di Jambi, operasi udara menyasar kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang di Kabupaten Muaro Jambi, wilayah Sadu, dan Teluk Dawan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat rencana pengerahan sejumlah helikopter untuk operasi udara di enam provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi. Sasaran tersebar mulai dari kawasan hutan dan lahan, desa, hingga titik fire spot di sekitar fasilitas strategis.

BNPB menegaskan pelaksanaan operasi udara tersebut tetap bergantung pada kondisi lapangan, khususnya jarak pandang (visibility). 

Dengan demikian, titik dan rute yang tercantum merupakan rencana operasi pada 18 September 2026 dan dapat menyesuaikan perkembangan kebakaran serta kondisi penerbangan di masing-masing wilayah.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA