Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, hingga Senin, 7 September 2026, petugas telah memadamkan 71.069,65 hektare (ha) dari total 72.009,10 ha lahan gambut yang terbakar di enam provinsi tersebut.
"Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini. Jadi kami laporkan total yang terbakar di enam provinsi yang lahan gambut. Lahan gambut ini yang susah untuk dipadamkan," kata dia.
Dari total luasan tersebut, kebakaran tersebar di lahan konsesi maupun lahan masyarakat dan kawasan hutan. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 38.310,86 ha, disusul Riau 15.738,92 ha dan Kalimantan Selatan 8.019,63 ha.
Sementara Kalimantan Tengah mencatat 7.634,46 ha, Sumatera Selatan 1.926,23 ha, dan Jambi 379 ha.
Suharyanto menjelaskan, data luasan tersebut diperoleh melalui pemantauan dan verifikasi berlapis. Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terlebih dahulu mengidentifikasi titik panas atau hotspot menggunakan data satelit.
Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi kemudian diverifikasi melalui patroli udara menggunakan helikopter dan patroli darat untuk memastikan titik tersebut benar-benar merupakan kebakaran.
Berdasarkan hasil verifikasi, petugas menentukan area yang terbakar untuk selanjutnya ditangani melalui operasi pemadaman darat dan udara.
"Ketemulah yang betul-betul terbakar. Nah, ini kami padamkan dengan operasi darat dan operasi udara," ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, luas kebakaran yang masih menjadi sasaran penanganan tersisa sekitar 939,45 ha.
BNPB terus melakukan pemadaman terhadap area tersebut, sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru maupun potensi kebakaran lama yang kembali menyala akibat karakteristik lahan gambut.
"Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang. Tapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini," jelas dia.
BERITA TERKAIT: