Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan menjelaskan bahwa angka tersebut terdiri dari 48 orang meninggal dunia akibat terdampak langsung oleh gempa dan sebanyak 87 jiwa lainnya jadi korban yang tidak terdampak langsung.
"Korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi. Namun, demikian ada 87 orang yang meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa bumi," kata Berton.
Lanjut Berton, selain korban jiwa berdasarkan informasi yang diperoleh saat ada 98.986 rumah terdampak gempa dan mengalami rusak, mulai dari kategori berat, sedang, maupun rusak ringan.
Dari jumlah laporan total rumah rusak akibat gempa NTT tersebut, petugas BNPB telah melakukan verifikasi data lapangan terhadap 51.591 rumah.
“Rusak berat 2.382, rusak sedang 7.276, rusak ringan 14.177. Sedangkan dari 51.591 tersebut, rumah yang tidak masuk kriteria sebesar 27.756. Tidak masuk kriteria artinya bahwa dilaporkan kepada kami bahwa rusak ringan, rusak berat, atau rusak sedang, namun dalam hal ini tidak masuk kriteria tersebut. Artinya rumah tersebut baik-baik saja," pungkas Berton.
Sementara untuk fasilitas pendidikan yang rusak terdapat 712, fasilitas kesehatan ada 157, perkantoran 663 unit.
Sejauh ini, BNPB juga telah menyalurkan 2.165 ton bantuan ke NTT. Berton menjelaskan bila bantuan tersebut disalurkan melalui Labuan Bajo 1.379 ton dan Maumere 652 ton.
BERITA TERKAIT: