Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan bila kondisi tersebut membuat wilayah Lampung, Banten, Jawa, Barat hingga DKI Jakarta kini lebih kondusif dari sebaran abu.
Secara teknis, arah sebaran abu mengikuti arah angin yang saat ini bergerak ke barat dan berdasarkan analisis citra satelit, kecepatan angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 15 knot.
"Kalau kita lihat signifikan meteorologinya, bahwa saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Samudera Hindia. Dari informasi tersebut, kita dapat tahu bahwa sekarang ini keadaan di Lampung dan Jawa Barat maupun Banten, DKI termasuk di dalamnya, lebih kondusif dari abu vulkanik," kata Berton kepada wartawan.
Meski kondisi sebaran abu sudah lebih kondusif, Berton ttetap mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Itu sebabnya, masyarakat ataupun wisatawan tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer.
Di sisi lain BNPB terus melakukan operasi untuk menangani dampak abu vulkanik dan polutan di udara dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode cloud seeding atau penyemaian awan.
Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan cara menggunakan pesawat untuk menyebarkan sekitar 650 liter air yang dicampur dengan 350 kilogram kalsium klorida (CaCl2).
BERITA TERKAIT: