Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle kabinet dan apakah PAN merasa khawatir dengan perombakan tersebut.
"Pada prinsipnya menteri itu pembantu presiden dan presiden memiliki kedaulatan prerogatif untuk melakukan penyesuaian di dalam pemerintahannya," ujar Eddy usai hadiri forum Diskusi Aktual (FDA) MPR RI bertema Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (PPIB) di Ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, PAN sebagai partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto akan menghormati dan mematuhi setiap keputusan yang diambil Presiden.
"Kita sebagai partai yang mendukung Pak Presiden tentu taat dan patuh atas segala keputusan yang diputus Presiden berdasarkan hak prerogatifnya," tegas Eddy.
Diketahui Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal terbuka mengenai kemungkinan reshuffle Kabinet Merah secara besar-besaran menjelang dua tahun pemerintahan.
Dalam wawancara dengan sejumlah Jurnalis di Hambalang, Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan secara berkelanjutan. Meski membuka peluang perubahan komposisi kabinet, kepala negara mengakui secara objektif kinerja timnya sejauh ini berjalan baik.
BERITA TERKAIT: