Pengamat politik Adi Prayitno menduga reshuffle selanjutnya akan semakin berkaitan dengan dinamika politik, terlebih Indonesia mulai memasuki tahun politik pada awal 2027 dan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun masa pemerintahan.
"Reshuffle akan terjadi bagi mereka menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang loyalitas dan militansinya terhadap kekuasaan dan dukungannya yang dianggap setengah hati pasti akan menjadi catatan penting," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 15 September 2026.
Perombakan kali ini menjadi reshuffle kabinet keenam sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024. Rangkaian perombakan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penyesuaian komposisi kabinet terus dilakukan pemerintah seiring perkembangan kinerja pemerintahan dan dinamika politik.
Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai, secara sederhana reshuffle bisa menyasar menteri dari partai politik yang saat ini berada di dalam pemerintahan, salah satunya dengan alasan loyalitas.
"Tentu alasan normatifnya adalah dari penilaian kinerja. Tapi biasanya di negara kita kalau sudah memasuki tahun politik, loyalitas, soliditas dukungan juga menjadi variabel penting," tandasnya.
BERITA TERKAIT: