Dalam wawancara dengan sejumlah Jurnalis di Hambalang, Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan secara berkelanjutan.
Meski membuka peluang perubahan komposisi kabinet, kepala negara mengakui secara objektif kinerja timnya sejauh ini berjalan baik.
"Sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tapi saya katakan juga kepada tim, inget ya ibarat kita kesebelasan sepakbola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar," ujarnya, dikutip Kamis, 17 September 2026.
Prabowo mengatakan reshuffle dilakukan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian pejabat.
Perombakan dapat menjadi bagian dari upaya menempatkan orang sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, termasuk memberikan ruang promosi bagi pejabat yang dinilai mampu.
"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place," jelas Prabowo.
Menurutnya, pergantian pejabat juga dapat dilakukan apabila terdapat persoalan yang mengharuskan seorang pejabat diganti.
"Ya kita harus tadi, kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan?" kata dia.
Saat ditanya apakah dua tahun pemerintahan menjadi momentum yang logis untuk melakukan reshuffle, Prabowo mengamini hal tersebut.
Menurutnya, rentang waktu dua tahun sudah cukup bagi masing-masing pejabat untuk menunjukkan kemampuan dan kinerjanya.
"Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," tegas Prabowo.
BERITA TERKAIT: