Mardani menilai perombakan kabinet yang dilakukan pada 1 Oktober 2026 tersebut harus diikuti perubahan kinerja pemerintahan, terutama dalam merespons aspirasi masyarakat.
Menurut Mardani, penurunan tingkat kepuasan publik yang tercermin dalam sejumlah survei tidak dapat diabaikan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian dalam perubahan jajaran pembantu Presiden.
"Penurunan kepuasan publik yang diangkat beberapa lembaga survei tentu tidak bisa dianggap angin lalu. Mesti ada perubahan. Mesti banyak pembantu yang berani menyuarakan aspirasi rakyat," kata Mardani, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia berharap perubahan komposisi kabinet dapat membawa dampak positif bagi pemerintahan dan masyarakat.
Mardani juga menekankan pentingnya keberanian para pembantu Presiden dalam menyampaikan aspirasi rakyat, sehingga kebijakan pemerintah dapat lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Semoga perubahan membawa angin positif. Di masa sulit, persatuan adalah kunci," ujarnya.
Dalam reshuffle kali ini, sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, termasuk jabatan menteri koordinator, menteri, wakil menteri, Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, hingga Kapolri.
BERITA TERKAIT: