Bahlil Belum Pastikan RUU Migas Rampung Bulan Ini, Padahal ESDM Kejar Target 22 Oktober

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Rabu, 07 Oktober 2026, 13:32 WIB
Bahlil Belum Pastikan RUU Migas Rampung Bulan Ini, Padahal ESDM Kejar Target 22 Oktober
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum dapat memastikan apakah Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) dapat diselesaikan pada Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat ditanya mengenai perkembangan pembahasan RUU Migas serta target pengesahannya bulan ini.

“Lagi pembahasan, lagi pembahasan ya,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026. 

Ketika kembali dikonfirmasi mengenai kepastian target pengesahan pada Oktober ini, Bahlil enggan memberikan jawaban pasti.

“Nanti kita lihat ya,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut berbeda dengan target yang sebelumnya diungkapkan oleh Kementerian ESDM. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sempat menyatakan bahwa Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Migas ditargetkan rampung dan dapat diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2026.

“Ini kita targetnya tanggal 22 Oktober, ini sudah bisa disampaikan oleh pemerintah kepada Presiden untuk DIM,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat 2 Oktober 2026.

Yuliot menjelaskan, penyusunan DIM saat ini tengah dikebut melalui konsolidasi antarkementerian dan lembaga, menyusul dikirimkannya surat presiden (surpres) penunjukan wakil pemerintah dalam pembahasan RUU Migas oleh Presiden Prabowo. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA