“Bagi prabowo reshuffle itu tidak pernah berakhir, sampai kekuasaan itu tidak lagi dimilikinya. Jadi kalau ini dibilang permulaan, ya setiap reshuffle adalah permulaan bagi presiden tidak pernah berakhir,” kata pengamat politik Nurul Fatta kepada RMOL, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia juga menilai reshuffle dapat menjadi bentuk pemberian posisi kepada partai politik yang dinilai loyal terhadap pemerintahan Prabowo.
“Reshuffle dilakukan untuk memberikan imbalan bagi partai yang sangat loyal terhadap Prabowo. Salah satunya Golkar, Bahlil dijadikan koordinator menteri, Cak Sarmuji dari sekjend Golkar juga diberi kursi menteri,” ujarnya.
Fatta memandang, partai berlambang beringin itu selama ini menunjukkan komitmen terhadap pemerintahan Prabowo melalui sikap politik Ketua Umumnya Bahlil Lahadalia.
“Jadi apakah akan ada reshuffle lagi? Ya pasti. Jadi di level kementerian ini ada jenjang karirnya juga. Kita melihat semacam cursus honorum ala Prabowo. Menteri yang loyal naik jadi menko, dan tangga naiknya adalah kedekatan dengan presiden. Kira-kira begitu,” tandasnya.
Bahlil Lahadalia resmi dilantik Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2026.
Pengangkatan Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026. Dengan jabatan tersebut, Bahlil tetap memimpin Kementerian ESDM sekaligus menjalankan tugas sebagai menteri koordinator.
BERITA TERKAIT: