Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan,
yield SRBI tenor 12 bulan saat ini telah turun menjadi 6,76 persen, dari level tertingginya yang sempat mencapai 7,74 persen.
"Kami juga terus mendorong penurunan
yield dan
outstanding dari SRBI, di mana
yield SRBI 12 bulan saat ini berada di level 6,76 persen dan lebih rendah dibandingkan level tertingginya yaitu 7,74 persen," ujar Destry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 28 September 2026.
Selain
yield, outstanding SRBI juga terus menyusut. Destry mencatat,
outstanding SRBI telah turun dari Rp1.096 triliun menjadi Rp1.013 triliun pada 23 September 2026.
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai Rp1.072,62 triliun, meski masih lebih tinggi dibandingkan posisi Januari 2026 sebesar Rp754,76 triliun.
Menurut Destry, penurunan
outstanding SRBI memberikan ruang likuiditas yang lebih besar untuk mengalir ke perekonomian.
"Secara makro kondisi likuiditas sejauh ini masih cukup terkendali," kata Destry.
Hal tersebut antara lain tercermin dari suku bunga pasar uang antarbank
overnight yang telah turun menjadi 5,91 persen, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi 6,61 persen pada Juni.
Upaya memperlonggar likuiditas juga dilakukan BI melalui instrumen
FX Swap dan
repo. Secara kumulatif, tambahan likuiditas yang disalurkan melalui kedua instrumen tersebut telah mencapai sekitar Rp387 triliun sepanjang tahun ini.
Selain melalui operasi moneter, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama September, insentif likuiditas yang telah diberikan mencapai Rp461,2 triliun.
BI juga memperkenalkan KLM Pendalaman Pasar Uang untuk mendorong efektivitas penyaluran kredit perbankan.
Dalam kebijakan tersebut, bank dengan penempatan dana pada surat berharga, termasuk SBI maupun SRBI, lebih dari 19 persen tidak akan memperoleh tambahan insentif.
Sebaliknya, bank dengan kepemilikan surat berharga di bawah 19 persen dan menyalurkan kredit akan memperoleh tambahan insentif sebesar 2 persen
.
Dengan demikian, total insentif KLM yang dapat diperoleh bank tersebut mencapai 6 persen, termasuk insentif pembiayaan sebesar 4 persen.
BERITA TERKAIT: