Kebakaran Desa Adat Sade Harus Diusut Tuntas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 24 Agustus 2026, 10:53 WIB
Kebakaran Desa Adat Sade Harus Diusut Tuntas
Kampung Adat Sade Lombok Terbakar. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan keprihatinan. Ratusan bangunan di kawasan permukiman adat Suku Sasak dilaporkan terdampak, sementara ratusan warga harus menghadapi kehilangan rumah dan tempat tinggal.
HUT RMOL news

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menyampaikan, penanganan kebakaran tidak boleh berhenti pada pemulihan pascabencana, tetapi juga harus memastikan penyebab kebakaran diketahui secara terang dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya meminta agar penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai setelah api padam, pertanyaan masyarakat justru dibiarkan tanpa jawaban," tegasnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Saadiah menilai Sade bukan sekadar kumpulan rumah warga. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Sasak.

“Yang terbakar bukan hanya bangunan. Ada rumah, ada kenangan, ada sejarah, ada warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, negara harus hadir,” tegasnya.

Saat ini aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis untuk mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan saksi dan warga terdampak. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Saadiah meminta proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berbasis bukti, termasuk dengan melibatkan pemeriksaan laboratorium forensik bila diperlukan.

“Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan penyebabnya. Apakah faktor kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya, semuanya harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” ujar Saadiah.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali secara fisik. Pemulihan harus memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat serta kelestarian nilai adat dan budaya Sade.

“Kita ingin Sade bangkit. Tetapi ketika dibangun kembali, jangan sampai identitas dan nilai adatnya hilang. Pemulihan harus menghadirkan keselamatan, kepastian bagi warga, sekaligus menjaga warisan budaya,” katanya.

Saadiah mendorong pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk tempat tinggal sementara, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

Menurutnya, tragedi Sade harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran di kawasan permukiman adat dan destinasi wisata budaya.

“Kita berduka untuk Sade. Tetapi dari duka ini harus lahir evaluasi dan pembenahan. Jangan sampai kejadian serupa terulang di kawasan adat lainnya,” tutup Saadiah. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA