Gudang di Jalan Soka tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai barang kebutuhan marketplace. Namun, petugas pemadam kebakaran menyebut material yang terbakar didominasi bahan yang mudah terbakar, terutama palet berbahan plastik.
Tumpukan palet plastik di bagian depan gudang turut tersambar api. Material tersebut membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian lain bangunan.
Petugas Damkar Kabupaten Bekasi Ahmad Firdaus mengatakan banyaknya material berbahan mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar.
“Objek yang terbakar ini pergudangan marketplace yang banyak barang material terbuat dari palet plastik. Di bagian depannya ada palet yang ikut terbakar dan membuat api cepat membesar,” ujar Firdaus, dikutip Sabtu 26 September 2026.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari itu sempat menyulitkan petugas karena pasokan air dari fasilitas hidran di sekitar lokasi dilaporkan tidak berfungsi dengan baik. Pemadaman kemudian diperkuat dengan armada gabungan dari Damkar Kabupaten Bekasi dan pengelola kawasan industri.
Api akhirnya berhasil dikuasai dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api serta mencegah kobaran merembet ke bangunan industri di sekitarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi kosong dan tidak terdapat karyawan di dalamnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai sumber api maupun rincian nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.
BERITA TERKAIT: