Hal ini disampaikan Suhud merespons maraknya kebakaran besar di Jakarta, di antaranya yang menghanguskan gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI pada 7 Agustus dan 21 Agustus 2026 lalu.
“Kami sangat prihatin, peristiwa musibah tersebut terjadi dalam rentang waktu yang pendek,” kata Suhud, dikutip Rabu 23 September 2026.
Terbaru, kata Suhud, terjadi lagi musibah kebakaran bangunan rendah di sekitar Pasar Kebayoran Lama pada Selasa malam, 22 September 2026.
Suhud mengatakan, banyak bangunan di Jakarta yang tidak memperhatikan standar keselamatan, disusul juga ketiadaan alat pendeteksi potensi kebakaran, serta minimnya alat pemadam api ringan (APAR) di dalam gedung.
“Padahal sudah ada aturan berupa UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta aturan turunannnya,” kata Suhud yang juga Ketua DPW PKS DKI Jakarta ini.
Suhud pun mengimbau Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk segera mengambil langkah pencegahan, di antaranya memastikan gedung-gedung di Jakarta memenuhi persyaratan keselamatan sesuai dengan aturan yang sudah ada.
“Ini harus jadi perhatian serius Pemprov DKI dalam mengedukasi pencegahan kebarakan di tengah masyarakat, pengelola gedung baik swasta dan pemerintah,” tegas Suhud.
“Terlebih ancaman El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2027,” sambungnya.
Seperti diketahui, data dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 tercatat 1.216 kejadian musibah kebakaran di Jakarta.
Sementara dari BPBD DKI mencatat selama Juli hingga Agustus 2026 sebanyak 457 kejadian musibah kebakaran.
BERITA TERKAIT: