Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan tekanan tersebut terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.
"Kondisi pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global," kata Hasan dalam konferensi pers secara virtual, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Tekanan pasar juga tercermin dari pergerakan investor asing. Sepanjang September, investor asing mencatatkan net sell di pasar saham sebesar Rp10,24 triliun.
Posisi tersebut berbalik dibandingkan Agustus 2026, ketika investor asing masih membukukan
net buy sebesar Rp1,19 triliun.
Meski demikian, Hasan menilai kondisi pasar modal domestik masih dalam batas yang dapat dikelola.
"Di tengah dinamika tersebut, resiliensi, daya tahan, dan kualitas pasar modal domestik terpantau tetap
manageable," ujarnya.
Dari sisi likuiditas, rata-rata
bid-ask spread pasar saham disebut masih terjaga di level 1,2 persen. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 1,17 persen.
Sementara di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada September 2026 ditutup di level 439,05 atau termoderasi 0,23 persen secara mtm.
Tekanan terhadap pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik juga ikut meningkat dari net sell asing di SBN sebesar Rp340 miliar secara mtm pada September 2026.
"Di tengah kenaikan imbal hasil obligasi global dan juga ketidakpastian global, tekanan outflow investor asing pada pasar SBN domestik relatif terbatas dengan angka net sale sebesar 0,34 triliun mtm," tandasnya.
BERITA TERKAIT: