Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Meski petugas menghadapi kondisi medan yang cukup sulit serta hembusan angin kencang, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB.
"Alhamdulillah, kebakaran di kawasan Way Kambas sudah berhasil dikendalikan dan titik api telah dipadamkan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan unsur yang sejak awal bersinergi melakukan penanganan di lapangan," kata Irjen Helfi kepada wartawan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Namun, padamnya api tidak membuat personel langsung meninggalkan lokasi. Petugas gabungan masih melakukan pembasahan untuk memastikan bara api yang tersisa di semak maupun material kering benar-benar padam.
"Fokus kami sekarang adalah memastikan kondisi benar-benar aman. Karena itu, setelah pemadaman, personel tetap melakukan pembasahan, penyisiran, dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api," ujarnya.
Selain pembasahan, personel juga melakukan patroli dan pemantauan di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi berkembang dan menyebabkan kebakaran kembali meluas.
Irjen Helfi menegaskan, sinergi lintas unsur akan terus diperkuat dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Lampung.
"Penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat dan kerja sama dari semua pihak. Sinergi ini akan terus kita perkuat, baik dalam penanganan di lapangan maupun langkah-langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat segera diantisipasi," pungkasnya.
Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, personel gabungan masih disiagakan di kawasan TN Way Kambas. Mereka terus melakukan pembasahan, penyisiran, patroli, dan pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman dan terkendali.
BERITA TERKAIT: