Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai sejumlah nama figur yang belakangan muncul ke publik memiliki potensi kuat untuk memperebutkan kursi PBNU-1.
"Dari enam hingga delapan nama kandidat Ketum PBNU yang beredar, saya kira masing-masing memiliki plus-minus," ujar Yusak kepada
Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Jumat, 14 Agustus 2026.
Yusak menilai di tengah dinamika geopolitik dan kompleksitas persoalan global saat ini, PBNU membutuhkan figur kepemimpinan yang tidak hanya andal secara internal, tetapi juga berwawasan internasional.
"Ketua Umum PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi dan jejaring internal, tetapi juga perlu memiliki pengalaman diplomasi internasional serta rekam jejak global," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Lebih lanjut, Yusak membeberkan empat nama potensial yang dinilai layak dipertimbangkan dan diprediksi bakal menguat menjelang pelaksanaan Muktamar.
"Nama-nama seperti KH Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Marsudi Syuhud saya kira sangat layak dipertimbangkan sebagai Ketua Umum PBNU," bebernya.
Keempat tokoh tersebut, menurut Yusak, memadukan rekam jejak kepemimpinan organisasi yang teruji serta komitmen kuat dalam mendorong dialog antaragama dan peradaban di tingkat dunia.
"Serta memiliki kapasitas dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global," pungkas Yusak.
BERITA TERKAIT: