Gus Kikin hadir pada pagi hari untuk bersilaturahmi dengan staf dan karyawan yang bekerja di lingkungan PBNU. Dalam kunjungan tersebut, ia juga meninjau ruang kerja yang nantinya digunakan sebagai ruang Ketua Umum PBNU.
Gus Kikin menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan menjadi pekerjaan penting agar PBNU dapat segera bergerak menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pengurus itu yang belum ada, jadi belum bisa ngapa-ngapain. Jadi (hari ini) ramah-tamah saja, belum ada yang bisa dilakukan karena memang kita harus melengkapi formatur yang ada. Nah, ini mudah-mudahan enggak lama nanti supaya kita bisa segera beraktivitas,” tuturnya.
Dalam menentukan jajaran kepengurusan, Gus Kikin mengatakan akan tetap berpegang pada salah satu tradisi NU, yakni istikharah.
“Kalau yang lain-lain kita masih banyak yang harus kita lakukan, termasuk adalah tradisi NU itu adalah istikharah. Jadi itu yang kita lakukan supaya kita mendapatkan petunjuk siapa-siapa yang cocok, siapa-siapa yang ke depan lagi memberikan manfaat masyarakat. Dan itu tradisi yang kita pegang di NU, agar semua mendapat ridha dari Allah SWT,” katanya.
Pada hari pertama kunjungannya, Gus Kikin didampingi H Asrorun Niam Sholeh dan H Gudfan Arif Ghofur. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum struktur kepengurusan PBNU dilengkapi dan mulai menjalankan aktivitas organisasi.
BERITA TERKAIT: