Melalui kerja sama ini, Baznas berkomitmen mengoptimalkan penggalangan dana serta memastikan penyaluran bantuan di sektor kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
"Jadi setelah MoU ini, dan insya Allah kita akan segera tindak lanjuti MoU ini dengan program-program bantuan," kata Ketua Baznas, Sodik Mudjahid yang menghadiri agenda tersebut.
Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman ini juga menjadi momentum penting untuk memperbarui informasi serta gambaran kondisi terkini yang dihadapi masyarakat Palestina di lapangan.
"Kami terus akan komitmen membantu rakyat Palestina karena ini adalah amanah dari rakyat dan amanah dari negara," kata Sodik.
Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, Mahmoud Sidqi Al-Habbash, menyebut MoU antara Komite Bantuan Kepresidenan Palestina dan Baznas menjadi pijakan penting untuk memastikan bantuan dari Indonesia tersalurkan secara cepat dan akuntabel di tengah krisis kemanusiaan yang masih melanda Palestina.
"Kami berkomitmen untuk memastikan bantuan ini sampai secara transparan, jelas, dan cepat kepada warga yang berhak menerima," kata Mahmoud.
Turut hadir Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds Sheikh Mohammad A.M. Hussein, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, beserta delegasi lainnya.
Dari Baznas, turut hadir Pimpinan Organisasi, Lembaga, dan Pembinaan Daerah Saidah Sakwan, Sekretaris Utama Subhan Cholid, Deputi II M. Imdadun Rahmat, Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, Direktur Pendayagunaan Eka Budhi Sulistyo, serta Kepala BMKP dan Plh. Kabiro Kerja Sama dan Protokoler Ndari Rumi Widyawati.
BERITA TERKAIT: