Adapun saat ini Polri tengah menangani kasus korupsi terkait suplai batu bara, Asabri, dan Krakatau Steel, dengan 15 saksi yang telah diperiksa. Berkaitan dengan kasus ini pula, terdapat 12 titik yang telah digeledah oleh polisi di wilayah Jakarta dan Sentul.
“Saya mengingatkan bahwa jangan sampai karena ulah oknum, keharmonisan kedua institusi penegak hukum utama di Indonesia jadi rusak. Maka dari itu, perlu saya tegaskan bahwa pengawasan langsung Komisi III dalam penggeledahan kasus ini adalah untuk memastikan transparansi hukum terkait perkara hukum yang menyita perhatian publik,” tegas Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
“Jadi ini adalah bagian pengawasan dalam aspek perkara hukum yang menjadi perhatian publik. Tujuannya agar tidak ada informasi yang disalahgunakan oleh para oknum yang ingin membenturkan institusi penegak hukum kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Komisi III pun memastikan seluruh rangkaian kasus ini akan diusut tuntas secara objektif dan transparan, agar publik mengetahui kejelasannya.
“Pokoknya Komisi III akan memastikan proses pengusutan kasus ini transparan, terang benderang dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena masyarakat berhak tahu setiap perkembangan kasus ini,” tandas Sahroni.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: