Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya, salah satu persoalan yang masih banyak ditemukan di kalangan UMKM adalah kebiasaan mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Akibatnya, pelaku usaha tidak mengetahui kondisi bisnisnya secara akurat.
"Omzet besar belum tentu berarti untung. Karena itu, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat, uang usaha dipisahkan dari uang pribadi, serta penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang produktif," katanya di Bogor, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menilai disiplin dalam mengelola keuangan merupakan fondasi penting agar usaha dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Karena itu, pelaku usaha harus membangun bisnis dengan tata kelola yang benar sejak awal.
"Usaha tidak harus langsung besar, tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar. Pelaku usaha harus mengetahui siapa konsumennya, memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan," ujarnya.
Asep juga mengingatkan bahwa literasi keuangan tidak kalah penting dibanding kemampuan memasarkan produk. Dengan pencatatan keuangan yang tertib, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya sekaligus mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM di Kabupaten Bogor itu digelar untuk memperkuat pemahaman mengenai kewirausahaan dan literasi keuangan. Selain membahas pentingnya pencatatan keuangan, peserta juga memperoleh edukasi tentang pengelolaan usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: