Perjuangan Perempuan Miliki Jejak Penting dalam Perjalanan Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 16 Agustus 2026, 03:23 WIB
Perjuangan Perempuan Miliki Jejak Penting dalam Perjalanan Bangsa
Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Refleksi Merah Putih di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu malam, 15 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Refleksi Merah Putih di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan perempuan pejuang masa lalu dengan generasi penerus dalam satu semangat kebangsaan.

Refleksi menghadirkan Ketua Srikandi LMP Karina Icha, Ketua Dewan Pembina Srikandi LMP sekaligus Anggota DPD RI Maya Rumantir, Srikandi Veteran, dan ratusan anggota Srikandi LMP. 

"Refleksi ini kami persembahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi tegaknya Indonesia. Semangat mereka harus terus hidup di hati generasi penerus," kata Karina.

Karina mengatakan, kehadiran para Srikandi Veteran menjadi simbol bahwa perjuangan perempuan Indonesia memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa. Ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui pengabdian, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

"Srikandi Laskar Merah Putih juga ingin menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat rasa cinta tanah air," kata Karina.

Dewan Penasihat Srikandi LMP, Maya Rumantir mengingatkan bahwa kemerdekaan harus menjadi energi untuk menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. 

"Semangat para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas," kata Maya.

Suasana haru terasa ketika Murtinah S sebagai perwakilan Srikandi Veteran yang pernah bertugas pada Peristiwa Konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1964 membagikan pengalaman pengabdiannya sebagai penerjun wanita dalam peristiwa tersebut. 

Di usia yang telah melewati delapan dekade, ia tetap membawa semangat perjuangan yang sama seperti puluhan tahun silam.

"Kami berharap anak-anak muda terus melanjutkan perjuangan agar Indonesia semakin maju," kata Murtinah.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA