Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menjelaskan, komitmen Kepala BGN Nanik S Deyang untuk melakukan efisiensi, harus ditunjukkan lewat kebijakan nyata.
Menurutnya, untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seharusnya memiliki spesifikasi yang berbeda dalam hal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Untuk daerah 3T, jumlah siswa relatif sedikit, sehingga pembangunan dapur baru dari sisi anggaran kurang efisien," kata Irvan kepada
RMOL, Senin 8 Juni 2026.
Irvan memandang, SPPG di daerah 3T tidak harus dibangun gedung khusus, mengingat jumlah penerima manfaat tidak sebanyak di perkotaan.
"Pemanfaatan kantin sekolah atau fasilitas yang telah tersedia dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis,” ujar Irvan.
Di samping itu, Irvan menilai apabila kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten, keberhasilan meningkatkan efisiensi operasional akan berdampak pada beban fiskal negara yang dapat ditekan.
"Tentunya tanpa mengorbankan kualitas layanan dan cakupan penerima manfaat," sambungnya.
Selain itu, Irvan meyakini pelibatan kantin sekolah juga akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar yang berusaha.
"Para pedagang yang selama ini beraktivitas di lingkungan sekolah tetap memiliki kesempatan untuk berusaha dan memperoleh penghasilan dari program unggulan Presiden," demikian Irvan.
BERITA TERKAIT: