Hal tersebut menjadi benang merah dalam wisuda Universitas Siber Asia (UNSIA) bertajuk “Digital Talent for Village Sustainability: Membangun Indonesia dari Akar, Bergerak dengan Teknologi” yang digelar di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur
Sebanyak 1.098 wisudawan mengikuti prosesi tersebut, dengan 478 orang hadir secara luring dan 608 lainnya mengikuti secara daring. Para lulusan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta sejumlah negara seperti Bulgaria dan Taiwan.
“Teknologi harus menjadi jembatan pemerataan pendidikan, bukan sekadar simbol kemajuan. Misi besar UNSIA sejak awal didirikan oleh YMIK adalah memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional dengan meruntuhkan hambatan ekonomi, geografis, serta keterbatasan waktu," ungkap Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan Ramlan Siregar dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Agustus 2026.
"Talenta digital tidak hanya untuk industri perkotaan, tetapi harus
hadir memberi solusi bagi pertanian cerdas, layanan publik, dan
kesejahteraan di desa-desa yang menjadi akar kehidupan bangsa,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, UNSIA juga menekankan transformasi kampus menjadi AI Innovator University melalui pengembangan ekosistem akademik berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sejumlah langkah dilakukan, antara lain memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa melalui workshop integrasi AI dalam pembelajaran. UNSIA juga menjalin kemitraan dengan Google, termasuk melibatkan lebih dari 6.000 mahasiswa dalam program Gemini.
Selain itu, UNSIA disebut telah menjadi Google AI Lab University pertama di Indonesia dan tengah menuju status Google Reference University. Kampus tersebut juga menghadirkan pakar AI dari Korea Selatan, Prof. Kangbin Yim dari Soonchunhyang University, untuk memperkuat pengembangan kompetensi di bidang AI.
“UNSIA tidak hanya beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi kami secara aktif mentransformasi diri menjadi AI Innovator University. Melalui pelatihan terstruktur untuk dosen dan mahasiswa, kolaborasi, ekosistem penuh bersama Google, hingga kehadiran pakar kelas dunia seperti Prof. Kangbin Yim dari Korea Selatan, kami memastikan civitas akademika UNSIA memiliki kepakaran AI unggulan yang siap memimpin industri masa depan,” ujar Rektor UNSIA Jan Youn Cho.
BERITA TERKAIT: