Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan menilai proses tersebut sebagai mekanisme kelembagaan yang harus dihormati selama berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Momentum pergantian kepemimpinan ini semestinya dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas internal DPRD," kata Ali, dikutip Sabtu 2 Mei 2026.
Ali juga mendorong agar kepemimpinan DPRD ke depan mampu mengedepankan sinergi lintas partai politik. Selain itu, ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan perlu diperluas, mulai dari pemerintah daerah, antar SKPD/UKPD, BUMD dan dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.
"Tantangan pembangunan Jakarta ke depan kian kompleks dan membutuhkan pendekatan yang inklusif serta berorientasi pada kepentingan publik,' kata Ali.
DPRD, lanjut Ali, tidak hanya menjadi arena politik, tetapi juga wadah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Ia pun menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat untuk tetap bersikap konstruktif dan terbuka dalam bekerja sama dengan seluruh unsur di DPRD DKI Jakarta.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat dan produktif demi melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna untuk mengumumkan pergantian Ketua DPRD sisa masa jabatan 2024-2029. Dalam forum tersebut, diumumkan pemberhentian Khoirudin dari jabatan ketua, sekaligus pengusulan Suhud Alynudin dari Fraksi PKS sebagai pengganti.
BERITA TERKAIT: