Demikian disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan, dikutip Minggu 1 Maret 2026.
Ali mengapresiasi peran serta masyarakat yang secara swadaya menandai titik-titik jalan rusak demi mencegah kecelakaan.
Terutama di lokasi jalan dengan lubang yang cukup dalam. Hal itu sebagai upaya jangka pendek.
“Terutama untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada,” kata Ali.
Ia menegaskan, langkah swadaya tersebut bersifat sementara. Tidak menggantikan tanggung jawab pemerintah.
Karena itu, DPRD meminta instansi terkait menindaklanjuti sesuai skala prioritas.
“Penandaan itu hanya langkah darurat. Penanganan tetap harus dilakukan oleh pemerintah agar lebih aman dan berkelanjutan,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Sedangkan untuk jangka panjang, Komisi D mulai membuka ruang diskusi terkait peningkatan kualitas dan inovasi material aspal.
Tujuannya agar lebih tahan terhadap curah hujan tinggi dan beban lalu lintas di Jakarta. Upaya itu perlu lewat kajian teknis dan perhitungan anggaran secara matang.
“Kemungkinan peningkatan kualitas aspal agar lebih resilien terhadap kondisi ekstrem,” kata Ali.
BERITA TERKAIT: