Pantauan
RMOL di lokasi, massa buruh yang berasal dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), SINDIKASI, dan yang lainnya semakin memadati area gedung wakil rakyat.
Mengusung tema besar #MayDayBersamaRakyat "Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak", massa terus berorasi menyampaikan aspirasinya.
Hingga berita ini diturunkan, buruh masih bertahan dan massa masih terus berdatangan.
Pada May Day 2026 ini, massa buruh membawa sejumlah tuntutan antara lain memperjuangkan upah layak, hidup layak dengan menghapus sistem kerja kontrak alih daya atau
outsourcing.
“Lawan kapitalisme, imperialisme, militerisme. Wujudkan kerja layak, upah layak, hidup layak dengan menghapus sistem kerja kontrak, alih daya dan magang,” tegas Senior KASBI, Nining Elitos.
Ia juga menuntut pemerintah dan DPR segera melahirkan undang-undang yang berpihak kepada buruh serta menghentikan penggusuran tanah rakyat.
“Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat, hentikan PHK semena-mena, serta hentikan teror dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat,” kata Nining.
Selain itu, KASBI mendesak perlindungan bagi buruh migran dan pekerja rumah tangga, serta meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.
“Lindungi buruh migran dan pekerja rumah tangga, turunkan harga kebutuhan pokok, nasionalisasi aset strategis nasional untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Dalam tuntutan lainnya, KASBI juga menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan. “Hentikan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: