Sejak pagi, kawasan Tugu Adipura tampak “memerah” oleh atribut aksi. Para buruh membawa spanduk dan poster berisi sejumlah tuntutan, mulai dari kenaikan upah layak, penghapusan sistem kerja outsourcing, hingga penguatan perlindungan tenaga kerja.
Selain di Tugu Adipura, aksi juga dipusatkan di Kantor DPRD Provinsi Lampung sebagai titik utama konsentrasi massa.
Koordinator Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), Yohanes Joko Purwanto, dalam orasinya meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib pekerja.
“Kami berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kesejahteraan buruh dan memberikan kepastian kerja yang layak,” kata Yohanes dikutip dari
Kantor Berita RMOLLampung.
Untuk mengamankan jalannya aksi, aparat gabungan dari kepolisian dan instansi terkait turun langsung untuk mengamankan jalannya unjuk rasa hingga sore.
Petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar aksi berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Hingga sore hari, aksi unjuk rasa berlangsung aman dan damai.
BERITA TERKAIT: