Ketua Komunitas Warteg Merah Putih (Kowarmart), Zidan memastikan bila kenaikan terjadi dalam waktu dekat maka akan memberatkan operasional warteg yang sangat bergantung pada ketersediaan minyak goreng.
“Minyakita saat ini langka di pasaran. Kalaupun ada, jumlahnya terbatas sehingga kami terpaksa membeli minyak goreng dengan harga lebih tinggi. Ini tentu memberatkan kami,” ujar Zidan kepada
RMOL, Sabtu, 25 April 2026.
Terlebih, kata dia, pengusaha Warteg tidak bisa serta merta menaikkan harga lauk-pauk, dan ini juga akan memberatkan pembeli.
Di sisi lain, Zidan pun mengamini kelangkaan Minyakita telah dirasakan dalam beberapa waktu terakhir di berbagai wilayah.
Meski demikian, para pelaku warteg masih berupaya menahan kenaikan harga menu atau lauk-pauk agar tidak membebani pelanggan.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga Minyakita, sehingga usaha kecil seperti warteg bisa tetap bertahan,” kata Zidan.
Sebagaimana diketahui wacana kenaikan harga Minyakita disampaikan Zulhas, usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di tengah pasokan crude palm oil (CPO) domestik yang melimpah hingga 5,7 juta ton, harga Minyakita justru melonjak di kisaran Rp20.000-Rp22.000 per liter di wilayah dengan distribusi paling lancar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.
BERITA TERKAIT: