Dengan begitu, pengamat politik dan militer Selamat Ginting menilai peradilan militer perlu dilihat secara proporsional dalam praktiknya.
Selamat menjelaskan bahwa peradilan militer yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara tidak bisa disamakan dengan peradilan umum.
“Militer bekerja dalam situasi ekstrem, antara hidup dan mati. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, bahkan berujung pada kegagalan operasi dan ancaman terhadap negara,” kata Selamat dalam diskusi publik bertajuk 'Mengapa Peradilan Militer Itu Kejam?', yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa Jabodetabek (AMJ) di Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Jumat, 24 April 2026.
Lanjut dia, secara spesifik, pelanggaran seperti desersi atau pembangkangan dalam konteks militer juga memiliki dampak strategis.
"Pelanggaran tersebut dinilai tidak sekadar kesalahan individu, tetapi dapat membuka celah bagi musuh dan merusak sistem operasi," pungkas Selamat.
BERITA TERKAIT: