Amir Hamzah:

Diplomasi Prabowo ke Rusia dan Prancis Tak Lagi Simbolik, tapi Berorientasi Hasil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 15 April 2026, 14:22 WIB
Diplomasi Prabowo ke Rusia dan Prancis Tak Lagi Simbolik, tapi Berorientasi Hasil
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Pendekatan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris sebagai bentuk “non-blok aktif generasi baru”. 

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 15 April 2026.

Jika pada masa lalu Indonesia cenderung menjaga jarak dari blok kekuatan, kini pendekatan yang diambil lebih dinamis dengan menjalin hubungan aktif ke berbagai poros kekuatan global.

“Ini bukan lagi soal netral, tetapi soal bagaimana Indonesia bisa hadir di semua meja perundingan. Kita tidak masuk ke orbit siapa pun, tapi tetap punya pengaruh,” kata Amir.

Selain aspek geopolitik, Amir juga menyoroti dimensi ekonomi dan pertahanan dari kunjungan tersebut. 

Dari Rusia, Indonesia berpotensi memperkuat kerja sama di sektor energi dan sumber daya strategis, terutama sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian pasokan global. 

Sementara dari Prancis, kerja sama diarahkan pada penguatan sektor pertahanan, teknologi, dan investasi.

Menurutnya, kombinasi antara pendekatan geopolitik dan kepentingan ekonomi ini menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia tidak lagi bersifat simbolik, melainkan semakin pragmatis dan berorientasi hasil.

Amir juga menekankan bahwa langkah Prabowo mengirimkan pesan kuat kepada dunia internasional bahwa Indonesia tidak berada dalam bayang-bayang kekuatan besar mana pun. 

Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, Indonesia justru memilih jalur independen dengan tetap membuka komunikasi ke semua pihak.

“Ini adalah strategi cerdas. Ketika dunia terbelah, negara yang bisa menjadi jembatan justru akan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi,” pungkas Amir. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA