Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden, Prabowo tampak mengenakan beskap dan peci hitam. Kehadirannya disambut Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Sejumlah pejabat tinggi turut menghadiri agenda tersebut, di antaranya Penasehat Khusus Presiden Agum Gumelar, Panglima TNI Agus Subiyanto, KSAD Maruli Simanjuntak, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, serta Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto mengungkap peran besar keluarganya dalam dunia pencak silat. Ia menyebut, kakeknya merupakan penggemar sekaligus salah satu pendiri perguruan pencak silat di Madiun sebelum kemerdekaan.
“Kakek saya penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati sebelum kemerdekaan, beliau latihan sampai lanjut usia, untuk pernapasan dan sebagainya,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menuturkan orang tuanya juga memiliki peran penting dalam organisasi tersebut. Hal itu yang kemudian membentuk pandangannya terhadap pencak silat sebagai bagian dari jati diri bangsa.
“Orang tua saya juga salah satu pembina IPSI cukup lama. Sehingga bagi saya pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa.
“Pencak silat harus kita lestarikan karena pencak silat bagian dari budaya kita, dan bagian daripada ilmu ksatria, ilmu bela diri,” sambungnya.
Diketahui, Prabowo Subianto telah menjadi bagian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia selama 34 tahun, baik sebagai Wakil Ketua maupun Ketua Umum sejak 2003 atau 2004. Ia telah memimpin IPSI selama lima periode berturut-turut dan masa jabatannya akan berakhir dalam Munas kali ini.
BERITA TERKAIT: