Menurut Pengamat politik Nurul Fatta, setidaknya ada tiga faktor utama yang menopang daya saing Prabowo sebagai petahana.
“Pertama, ia memiliki infrastruktur politik baik formal maupun informal. Partai Gerindra sebagai partai yang dipimpinnya sendiri menjadi mesin utama, ditambah partai-partai koalisi yang belakangan ramai-ramai memberikan pernyataan dukungan dua periode,” ujarnya kepada RMOL, Senin, 23 Februari 2026.
Fatta melanjutnya, faktor kedua terdapat infrastruktur politik informal berupa jaringan relawan Pilpres 2024 yang masih terjaga. Jejaring relawan yang solid kerap menjadi modal sosial dan elektoral yang efektif dalam menjaga basis dukungan di akar rumput.
Faktor ketiga, kata dia, adalah aspek programatik yang langsung dirasakan masyarakat. Ia menyinggung sejumlah program populis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta kebijakan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas seperti Koperasi Desa Merah Putih.
“Politik distribusi manfaat (distributive politics) semacam ini dalam banyak studi terbukti meningkatkan peluang elektoral petahana,” paparnya.
Selain itu, Nurul Fatta juga menyoroti kemungkinan mobilisasi sumber daya negara yang kerap menjadi perbincangan dalam praktik politik nasional.
“Selain itu, tidak bisa diabaikan kemungkinan mobilisasi sumber daya negara, baik melalui jejaring birokrasi maupun pengelola program, yang dalam praktik politik Indonesia sering dipesoalkan bahkan diragukan netralitasnya. Keunggulan struktural ini menjadi semakin signifikan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: