Peredaran Sianida jadi Alarm Baru Pengawasan Tambang Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Kamis, 29 Januari 2026, 16:38 WIB
Peredaran Sianida jadi Alarm Baru Pengawasan Tambang Rakyat
Wakil Ketua Komisi XII Bambang Haryadi. (Foto: Dokumentasi Fraksi Gerindra)
rmol news logo Peredaran sianida yang kembali marak menjadi alarm baru bagi pengawasan tambang rakyat. Hal ini menyusul temuan distribusi bahan kimia tersebut ke sejumlah wilayah tambang di Indonesia.

Dalam sepekan terakhir, aparat menemukan peredaran sianida ilegal di Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, hingga Jawa Barat. 

Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi menilai distribusi bahan kimia tambang perlu dikontrol agar penggunaan di wilayah pertambangan dapat dipantau pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. 

"Perlu ada kontrol siapa yang berhak menyalurkan sianida itu," kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Sebagai catatan, lonjakan kebutuhan sianida terjadi seiring naiknya harga emas global pada awal 2026 yang mendorong aktivitas tambang rakyat meningkat. 

Terkait hal ini, DPR mendesak pemerintah segera memperketat pengawasan distribusi bahan kimia tambang guna mencegah penyalahgunaan serta pencemaran lingkungan.rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA