Namun dalam prosesnya harus melibatkan pemuda, organisasi kepemudaan, serta aktivis mahasiswa secara aktif dan bermakna.
Menurut Nyoman, forum dialog antara pemuda, mahasiswa, sampai ke para pemangku kepentingan menjadi ruang penting untuk menyampaikan gagasan serta kritik konstruktif.
Dengan begitu, berbagai ide yang lahir dari diskursus mahasiswa dapat diteruskan sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan institusi kepolisian ke depan.
“Dalam penyusunan draft rekomendasi Tim Reformasi Polri harus melibatkan semua elemen masyarakat khususnya anak muda dan mahasiswa," kata Nyoman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
Di sisi lain, soal isu posisi Polri dalam struktur ketatanegaraan, baik berada langsung di bawah Presiden maupun di bawah kementerian tertentu. Nyoman menegaskan yang paling utama adalah memastikan Polri tetap independen, mengingat orang yang mengisi jabatan kementrian merupakan hasil dari proses politik dan koalisi.
“Independensi Polri menjadi syarat utama dalam menegakkan supremasi hukum. Ini tantangan serius dalam agenda reformasi,” pungkas Nyoman.
BERITA TERKAIT: