Aparat hadir dengan cara yang lebih persuasif, bahkan sejumlah personel terlihat mengenakan kopiah dan sorban di tengah suasana Ramadan, sehingga menciptakan atmosfer pengamanan yang lebih sejuk tanpa kesan represif.
Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Claudian Kanigia menilai pola pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian dalam aksi tersebut patut diapresiasi.
“Pendekatan humanis dalam menghadapi massa aksi unjuk rasa seperti ini perlu dijadikan role model dalam penanganan aksi unjuk rasa di masa mendatang. Keamanan dan ketertiban umum dapat tetap terjaga tanpa harus mengedepankan pendekatan represif,” ujar Claudian, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia berharap pola pendekatan humanis yang ditunjukkan aparat kepolisian dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pendekatan yang persuasif, dialogis, dan menghormati hak asasi manusia tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Diketahui para mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta bersama sejumlah organisasi masyarakat dan kelompok buruh menyampaikan aspirasi mereka secara bergantian melalui orasi. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah kecaman terhadap agresi Amerika Serikat terhadap Iran.
Selain itu, massa aksi juga mendesak Presiden Prabowo Subianto agar keluar dari keanggotaan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat. Menurut mereka, langkah tersebut perlu dipertimbangkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian menjaga jalannya demonstrasi dengan pendekatan yang lebih persuasif. Suasana aksi pun tetap kondusif tanpa ketegangan berarti antara massa dan aparat keamanan.
BERITA TERKAIT: