Menurut Marzuki, pemerintah bersama berbagai pihak berupaya memastikan warga terdampak tidak lagi merayakan Lebaran di pengungsian, melainkan dapat berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal yang aman.
“Menjelang Idulfitri, kami menyampaikan perkembangan pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi masyarakat terdampak sebagai bentuk komitmen percepatan pemulihan,” ujar Marzuki dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan data per 10 Maret 2026 pukul 17.30 WIB, progres pembangunan hunian tetap (huntap) yang dikerjakan Polri dengan metode precast telah mencapai sekitar 72 persen. Sementara rumah dengan sistem panel instan telah menyelesaikan struktur dinding hingga 100 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan fasilitas pendukung.
Selain itu, pembangunan rumah berbahan kayu juga terus dikerjakan untuk melengkapi kebutuhan hunian masyarakat terdampak, dengan progres sekitar 12 persen.
Kapolda menambahkan, penyediaan hunian sementara (huntara) juga terus dioptimalkan. Sejumlah unit yang telah selesai dibangun kini mulai ditempati warga secara bertahap sehingga masyarakat tidak lagi bertahan di pengungsian darurat.
“Sejumlah unit hunian sementara yang telah selesai dibangun saat ini sudah mulai ditempati secara bertahap oleh masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah bersama unsur terkait juga memastikan setiap hunian dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, serta keamanan lingkungan. Marzuki berharap seluruh pihak dapat mempercepat proses pembangunan tanpa mengabaikan kualitas bangunan dan keselamatan penghuni.
“Semoga setiap upaya yang dilakukan dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menghadirkan harapan baru dalam menyambut Idulfitri,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: