Tips Lolos Seleksi CPNS 2026: Ubah Pola, Bukan Menunggu Kepastian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 25 Januari 2026, 16:57 WIB
Tips Lolos Seleksi CPNS 2026: Ubah Pola, Bukan Menunggu Kepastian
Suasana SKD CPNS di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2024. (Foto: menpan.go.id)
rmol news logo Kunci menghadapi seleksi CPNS 2026 terletak pada kesiapan sejak dini, bukan menunggu pengumuman resmi. Perubahan sistem seleksi justru menuntut strategi belajar yang lebih matang dan terukur.

“Seleksi CPNS bukan sekadar ujian pengetahuan, tapi ujian mental dan konsistensi. Perubahan sistem justru menuntut peserta untuk lebih siap sejak awal, bukan panik ketika jadwal diumumkan,” ujar Plt Chief Marketing Officer Akses Education Centre, Ade Syahrul Ramadhani, dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari 2026.

Pemerintah sendiri memberi sinyal kuat pembukaan CPNS 2026 dengan dua perubahan utama, yakni fokus pada fresh graduate serta sistem ujian yang tidak lagi sepenuhnya serentak secara nasional. Pola ini membuka peluang lebih luas, namun sekaligus meningkatkan tantangan bagi peserta yang belum siap.

Perubahan tersebut membuat pola lama, belajar mendadak setelah pengumuman, menjadi semakin berisiko. Karena itu, peserta perlu mengadopsi tips dan strategi terbaru agar peluang lolos tetap terbuka.

Pertama, peserta disarankan mulai mempelajari materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sejak sekarang. Materi TWK, TIU, dan TKP membutuhkan pembiasaan jangka panjang, terutama untuk melatih manajemen waktu dan akurasi menjawab soal.

Kedua, peserta perlu menargetkan nilai realistis di atas rata-rata nasional. Namun diingatkan, bukan sekadar lolos passing grade tapi bersaing dengan ribuan peserta terbaik, khususnya di instansi favorit.

Ketiga, kesiapan administrasi menjadi faktor krusial. Banyak peserta gugur bukan karena nilai ujian, melainkan kesalahan berkas. Oleh karena itu, ijazah, transkrip nilai, serta dokumen pendukung lain perlu disiapkan dan disesuaikan dengan ketentuan terbaru.

Keempat, peserta dianjurkan menentukan instansi dan formasi sejak dini. Dengan kemungkinan seleksi dibuka per instansi, target yang jelas akan membantu menyusun strategi belajar yang lebih fokus dan efisien.

Kelima, mengikuti perkembangan kebijakan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PANRB dinilai wajib. Peserta diminta tidak bergantung pada isu atau jadwal tidak resmi yang beredar di media sosial.

Dengan dinamika kebijakan seleksi yang terus berkembang, Ade menekankan bahwa persiapan setengah-setengah tidak lagi relevan. Ia kembali mengingatkan CPNS 2026 bukan lagi soal siapa paling cepat mendaftar, melainkan siapa yang paling siap saat seleksi dibuka. 

Dan sebagai lembaga bimbingan yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun, Akses Education Centre telah membimbing lebih dari 20 ribu alumni yang kini resmi menjadi ASN di berbagai instansi strategis, seperti Kementerian Keuangan, BKN, Kemendikbud, BPS, dan lembaga lainnya.

“CPNS 2026 adalah momentum untuk mengubah pola. Mereka yang bergerak lebih awal dan konsisten akan memiliki peluang lebih besar untuk lolos,” pungkasnya.rmol news logo article
EDITOR: ADE MULYANA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA