Acara ini mengundang para mantan Gubernur DKI Jakarta untuk berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan. Mulai dari Sutiyoso (Gubernur periode 1997-2007), Fauzi Bowo (Gubernur periode 2007-2012), Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur periode 2014-2017).
Lalu Djarot Saiful Hidayat (Gubernur periode 2017), Sumarsono (Plt. Gubernur periode 2016-2017), dan Anies Baswedan (Gubernur periode 2017-2022).
Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Henry Subiakto mengatakan, kehadiran mereka yang pernah bersaing di panggung politik ibu kota menjadi simbol penting rekonsiliasi dan solidaritas.
"Saya salut dengan tokoh-tokoh yang pernah bersaing bahkan berkonflik tatkala berpolitik di Ibu Kota," kata Henry seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Rabu 1 Januari 2025.
"Namun di malam Tahun Baru 2025 tokoh-tokoh itu bisa bersatu berkumpul bersama seolah mereka ingin menyampaikan pesan bahwa mereka semua itu adalah sama-sama sebagai korban ketamakan tokoh yang ingin mencengkeram kekuasaan dengan politisasi untuk kepentingan diri dan keluarganya," sambungnya.
Henri menambahkan bahwa momen ini patut dijadikan refleksi bersama untuk membangun kesadaran politik yang lebih baik di masa depan.
“Selamat Tahun Baru dengan kesadaran politik yang baru pula,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Agama RI Nazarudin Umar, Wakil Gubernur periode 2020-2022 sekaligus Wakil Menteri Desa dan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria, para peserta Pilkada Jakarta 2024, yakni Suswono, Kun Wardhana, Pramono Anung, dan Rano Karno.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta ke-14, Joko Widodo alias Jokowi tak terlihat batang hidungnya.
Namun, menurut Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, seluruh mantan Gubernur DKI telah diundang.
BERITA TERKAIT: