Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, berpandangan, keputusan Rektor Unair memecat Dekan FK, perlu ditelusuri lebih jauh.
"Perlu diketahui, apakah murni keputusannya atau karena tekanan dari atasan?" tanya Jamiluddin.
Penelusuran itu perlu dilakukan, karena bisa saja keputusan Rektor karena tekanan dari atasan.
"Sebab, keputusan itu berkaitan dengan penolakan terhadap rencana kedatangan dokter asing di Indonesia," katanya.
Meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah membantah hal itu. Namun sejak awal Kemenkes sudah menyatakan keputusan Rektor Unair itu murni masalah internal kampus.
"Bantahan Kemenkes itu tentu tak harus dipercaya begitu saja. Perlu ada Tim Independen untuk menelusuri hal itu," katanya.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar kampus steril dari intervensi kekuasaan.
"Kampus tidak boleh dimasuki benih-benih otoriter. Semua itu harus dibersihkan agar kebebasan kampus benar-benar terjaga," demikian Jamiluddin Ritonga.
BERITA TERKAIT: