Demikian pendapat Koordinator Survei Nasional Panel Survei Indonesia Permadi Yuswiryanto, Kamis (2/6).
“Saya yakin KIB tidak akan mengusung Capres nama-nama populer yang pernah menggunakan politik identitas penyebab pembelahan sosial,†kata Permadi, Kamis (2/6/2022).
Menurut Permadi, meski sosok calon memilki modal elektabilitas tinggi, tapi melekat stigma pernah menggunakan politik identitas akan berpotensi memicu terjadinya pembelahan sosial di masyarakat.
Argumentasi Permadi, isu etnis dan agama adalah dua hal yang selalu masuk di dalam agenda politik identitas. Apalagi, kondisi masyarakat Indonesia nuansa primordialisme dan sektarianisme masih cukup kuat.
Atas dasar itulah, Permadi meyakini KIB dibentuk melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap para pemilihnya. Termasuk mengusung calon berbasis gagasan.
“Saya yakin KIB sudah melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya pembelahan sosial tersebut,†tegas Permadi.
BERITA TERKAIT: