Penonton Nobar Pesta Babi di Unisnu Jepara Membeludak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Senin, 18 Mei 2026, 05:34 WIB
Penonton Nobar <i>Pesta Babi</i> di Unisnu Jepara Membeludak
film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Pemutaran dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di kampus Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara berlangsung aman dan lancar pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. 

Antusiasme publik membeludak hingga panitia menambah layar di area perpustakaan kampus.

Presiden Mahasiswa BEM Unisnu Jepara, Viky Zulfikar mengatakan, kampus harus tetap menjadi ruang akademik yang bebas dan netral untuk berdiskusi maupun mengkritisi kebijakan publik.

“Sebagai mahasiswa tentu kami memiliki hak memutar dan mendiskusikan film Pesta Babi ini sebagai bentuk pembelajaran akademisi, sekaligus mengkritisi kebijakan negara,” kata Viky, dikutip dari RMOLJateng, Senin 18 Mei 2026.

Kegiatan nobar yang digelar di Ruang Saintek Unisnu Jepara itu dihadiri hampir seribu peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. 

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Book Club Jepara, Jaladara, BEM Unisnu, dan BEM FSH Unisnu Jepara.

Film dokumenter karya Dandhy Laksono bersama Cypri Dale tersebut mengangkat isu konflik agraria, dampak Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga persoalan hak asasi manusia di Papua Selatan.

Sebelum pemutaran film, acara diawali dengan pertunjukan seni kolektif Jaladara yang menyoroti tragedi kekerasan Mei 1998. 

Setelah pemutaran film berdurasi sekitar 95 menit itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik mengenai situasi sosial dan kebijakan negara di Papua.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA