Kata Nurdin, kemunculan relawan tidak perlu dipertanyakan atau dijadikan bahan perdebatan di tengah masyarakat. Sebab, relawan merupakan ekspresi selera masyrakat terhadap tokoh atau calon tertentu.
Menurutnya, relawan merupakan bagian dari masyarakat yang menginginkan atau mendambakan sosok pemimpin pilihan mereka sendiri dalam memimpin bangsa.
“Relawan Capres adalah gerakan rakyat atau gerakan sosial dari akar rumput yang tentu mereka ingin ingin mendapatkan pemimpin yang sah, pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka†ucap Nurdin alam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamsi (11/11).
Nurdin mengurai ada tiga manfaat relawan dalam dunia politik tanah air. Pertama membranding tokoh yang dikendaki. Kedua, manfaatnya secara dini untuk menekan politik identitas.
"Ketiga, relawan ini akan menjadi pengawas informal terhadap pemimpin yang terpilih. Jadi pandangan saya ada tiga manfaat,†katanya.
Dia menambahkan, munculnya para relawan Capres cawapres untuk 2024 mendatang saat ini, dianggapnya tidak terlalu dini.
"Apakah ini terlalu dini atau terlalu cepat itu adalah tergantung pada pilihan strategis, berkaitan dengan kepentingan politik yang dikehendaki terhadap tokoh yang dijagokan,†ucapnya.
Munculnya relawan saat ini, kata Nurdin, dianggapnya sebagai langkah yang positif dalam membentuk demokrasi Indonesia yang lebih baik dalam menentukan calon pemimpin negara maupun daerah.
"Munculnya relawan secara dini adalah sebuah fenomena demokrasi yang positif, kenapa, karena itu akan bisa menjadi mesin pemanas untuk demokrasi bergerak secara dinamis,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: