Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda mengatakan, tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks, seiring perkembangan teknologi digital, perubahan pola komunikasi politik, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu.
"Melalui program Bawaslu Volume 2 kami berupaya membangun ekosistem kolaborasi untuk pengawasan pemilu 2029," ujar Herwyn melalui Zoom Meeting di Jakarta, Senin, Agustus 2026.
Dia menjelaskan, program ini menjadi wadah pembelajaran bersama bagi jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mendokumentasikan pengalaman, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
Menurutnya, pengawas pemilu saat ini tidak cukup hanya memahami regulasi dan prosedur teknis. Mereka juga dituntut mampu membaca dinamika sosial, memanfaatkan teknologi informasi, mengelola data, serta merumuskan strategi pengawasan yang adaptif terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang terus berkembang.
“Pemilu 2029 akan menghadirkan tantangan yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Karena itu, Bawaslu harus memastikan seluruh jajaran pengawas memiliki kapasitas yang memadai," urainya.
"Selain itu, juga mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki ruang untuk saling belajar dari pengalaman yang telah diperoleh selama menjalankan tugas pengawasan,” demikian Herwyn menambahkan.
BERITA TERKAIT: