Anggota Komisi I DPR RI Syaifuallah Tamliha menyampaikan, keputusan presiden memilih Jenderal Andika Perkasa dinilainya cukup bijaksana.
“Keputusan mencalonkan Jenderal Andika Perkasa itu kebijakan yang sangat bijak, karena tidak mungkin angkatan laut yang lebih junior dari Pak Andika kemudian menduduki jabatan Panglima TNI,†kata Tamliha kepada wartawan, Rabu (3/11).
Menurutnya, Jenderal Andika Perkasa sudah familiar di Komisi I DPR RI, dan menjadi mitra yang paling setia. Atas dasar itulah, Tamliha mengatakan Andika cocok menjabat Panglima TNI sampai 2022 mendatang.
“Dan Pak Yudo juga akan mendapatkan kesempatan jadi Panglima TNI, setelah Pak Andika pensiun. Tentu jabatan KSAD kan akan kosong,†imbuhnya.
Legislator dari Fraksi PPP ini menambahkan, besok atau lusa akan ada musyawarah di parlemen terkait pencalonan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, dan nantinya akan dibawa ke rapat paripurna.
Dalam rapat paripurna nanti Komisi I DPR RI akan diberi tugas melakuakn fit and proper test terhadap Jenderal Andika.
Mekanisme tersebut, kata Tamliha, tidak akan memakan proses yang cukup lama. Sebab, Komisi I sudah memiliki rekam jejak dan sering bekerjasama dengan Jenderal Andika.
“Saya pikir, tidak makan waktu cukup lama, karena Andika Perkasa sudah cukup baik dan dikenal di komisi I dan tidak ada kesan beliau pertisan Parpol tertentu, jadi dia memenuhi semua yang dibutuhkan,†katanya.
“Insyaallah besok jam 2 komisi I akan rapat internal bahas agenda masa persidangan kemudian tentunya akan membicarakan tentang tata cara pemberian persetujuan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: