Hal tersebut terjadi karena data penerima bansos yang berantakan dan terjadi benturan kebijakan yang mengakibatkan rakyat bingung.
Begitu kata Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati saat mengisi diskusi politik secara daring dengan tema “Bansos Pandemik Covid-19, Bencana atau Berkah?’.
"Ke depan agar pendistribusian terlaksana dengan baik, kami memberikan rekomendasi bansos harus dikelola berdasarkan lima pilar yang disingkat TARIF, yaitu transparan, accountable, resposibilty, independency dan fairness," ujarnya melalui aplikasi
Zoom Cloud Meeting, Kamis (28/5).
Handojo lalu menyarankan agar urusan bansos dapat dikelola oleh satu kementerian saja, agar tidak terjadi tumpang tindih dan menggunakan digitalisasi data. Selain itu, pemberian bansos, apapun jenisnya, juga dapat disalurkan melalui sistem perbankan.
"Artinya misal sembako seharga Rp 600 ribu, maka itu bisa disalurkan melalui bank," ungkapnya.
Terakhir pemerintah harus dapat menciptakan sinergi terhadap semua elemen baik dalam pemerintahan maupun dengan kepala daerah serta dengan pihak-pihak yang memberikan kritik kepada pemerintah.
"Upaya untuk bersatu hati dan menggalang kerjasama yang kokoh dalam menghadapi pandemik dan krisis di bidang perekonomian akan membawa bangsa ini menjadi bangsa pemenang," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: