INDEF mengibaratkan anak cucu perusahaan BUMN itu telah membuat "kaos melar".
"Misalnya hotel, di bawah satu BUMN saja lah. Kepemilikannya sama, atau dilepas ke publik. Jadi ini kaos BUMN terlalu melar. Supaya jadi kecil lepas saja ke swasta," kata peneliti INDEF, Berly Martawardaya di Jakarta, Sabtu (14/12).
Berly mengaku telah melihat
blue print anak perusahaan BUMN era menteri Rini Soemarno. Katanya, sejumlah anak cucu perusahaan BUMN yang berlainan bidang usaha dengan induknya sudah ada yang dikuasai swasta.
Sehingga ia berharap, Menteri BUMN Erick Thohir, membereskan BUMN untuk bisa bersaing di kancah regional dan internasional.
"Ini waktunya, momentum untuk bereskan itu, dulu saya pernah lihat
blue print-nya (Rini Soemarno) kalau sudah ada yang dikuasai swasta ya dilepas saja," ucap Berly.
"Jadi kesan baiknya, begitu masuk Erick Thohir terlihat percaya diri. Kemudian memecah kebuntuan karena sudah empat tahun ini menterinya tidak bisa komunikasi dengan DPR, padahal menteri adalah pembantu presiden. Jadi sikap tegas Erick Thohir adalah yang ditunggu-tunggu, BUMN ada banyak tokoh besar. Ini momentum untuk hadapi tekanan dari luar sistem," dia menambahkan.
BERITA TERKAIT: