Angka tersebut meningkat sekitar 14.000 peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti 31.000 pelari. Event tersebut digelar selama dua hari pada Sabtu 13 Juni 2026 dan Minggu 14 Juni 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang lari tahunan itu menunjukkan bahwa dunia usaha tidak boleh menyerah di tengah gejolak ekonomi global dan domestik.
Menurutnya, pelaku usaha harus mampu menciptakan permintaan baru agar roda ekonomi tetap berputar.
"Di tim juga saya selalu bilang, ke teman-teman banker juga saya selalu bilang, kita harus create demand. Jangan menyerah pasrah pada kondisi," kata Nixon kepada wartawan di GBK, Jakarta, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
"Kita enggak bisa mengubah kondisi eksternal. Yang bisa kita ubah adalah bagaimana kita merespons kondisi itu. Menjadikan sesuatu lebih baik lagi. Memang kuncinya kita yang mesti mikir. Bikinin event, keramaian, ekonomi bergulir," tambahnya.
Ia mencontohkan penyelenggaraan JAKIM yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi dari berbagai sektor. Tingginya minat peserta juga terlihat dari penjualan merchandise yang laris selama acara berlangsung.
"Ini ekonominya bergulir banget. Kalau ngelihat kemarin belanja merchandise, jaket ini saja yang disediakan Nike 10 ribu habis sampai pada pre-order. Jadi kita creating demand," tuturnya.
Nixon mengatakan dunia usaha harus terus mencari cara agar pasar tetap bergerak, meski kondisi ekonomi dipenuhi ketidakpastian.
"Kelesuan itu harus kita lawan. Suara positif, negatif selalu ada. Tapi yang penting adalah dunia usaha kita semua barengan creating demand. Lakukan yang terbaik supaya ekonominya tetap berjalan," katanya.
Menurutnya, strategi menciptakan peluang baru juga diterapkan BTN di sektor perumahan. Ketika permintaan rumah baru melemah, pasar masih dapat digerakkan melalui renovasi maupun transaksi rumah bekas.
"Kalau demand rumah lagi turun, kita bergerak ke arah renovasi rumah. Kita bergerak ke perputaran pasar second. Jadi jangan menyerah," tegas Nixon.
BTN sendiri menargetkan perputaran ekonomi dari penyelenggaraan JAKIM 2026 mencapai Rp225 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp155 miliar.
"Targetnya Rp225 miliar. Tahun lalu Rp155 miliar. Jadi hampir dua kali lipat. Mudah-mudahan ya," tuturnya.
Nixon optimis target tersebut dapat tercapai melihat tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga lari dan gaya hidup sehat.
"Anak-anak muda sekarang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Mereka tetap terdorong untuk melakukan sesuatu yang baru. Saya yakin nilai ekonominya tahun ini jauh lebih besar," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: